Bersyukurlah atas segala yang hadir Karena tiap-tiap mereka telah diutus sebagai pemandu dari Langit.
Menjadi manusia ini adalah suatu rumah persinggahan
Setiap pagi selalu hadir sesuatu baru
Sukacita, depresi, kemarahan,
kesadaran sejenak, hadir silih berganti
Bagai tamu tak dinyana.
Sambut dan jamulah mereka semua tanpa kecuali!
Bahkan jika mereka merupa segerombol kesedihan,
yang secara beringas menyapu bersih rumahmu
hingga semua perabot lenyap tak berbekas,
Tetap, perlakukan setiap tamu dengan penuh rasa hormat,
Bisa jadi ia menyapu bersih dirimu
Agar tersedia ruang untuk suatu kegembiraan anyar.
Pikiran-pikiran kelam, rasa malu, kedengkian.
Temui mereka di pintu seraya terbahak dan undang mereka masuk.
Bersyukurlah atas segala yang hadir.
Karena tiap-tiap mereka telah diutus
sebagai pemandu dari Langit.
Puisi oleh Jellaludin Rumi
Pemaknaan dari terjemahan Coleman Barks