Kesalahan adalah cara kita belajar menjalani hidup untuk bertemu dengan kebenaran itu sendiri.

Melakukan kesalahan adalah hal umum dan sudah biasa terjadi dalam dunia yang kita tinggali sekarang ini. Dari kesalahan kecil sampai besar, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja.

Biasanya, orang akan meminta maaf apabila melakukan kesalahan, namun seringkali hal tersebut tidak menyelesaikan masalah. Seringkali hanya sekadar syarat saja, walaupun tidak dipungkiri ada juga yang mengucap maaf tulus dari hati.

Berjanji dalam hati bahwa tidak akan mengulangi kesalahan tersebut atau bahkan kesalahan yang sama, seringkali dilakukan oleh banyak orang.

Namun pernahkah kita melakukan kesalahan yang dengan sadar terus kita ulangi sampai akhirnya kesalahan itu menjadi kebenaran dalam benak kita?

Kesalahan yang kita sadari tidak boleh dilakukan, namun tetap dilakukan juga karena hal tersebut membuat kita nyaman, bahkan bahagia. Kesalahan yang tak apa dilakukan karena, toh, tidak semua orang tahu. Kesalahan yang dilakukan dengan harapan bahwa batin dan pikiran kita akan menghapus segala sesal yang mungkin akan terjadi belakangan.

Intinya, kita berulang kali melakukan kesalahan dengan alasan: yang penting diri saya bahagia!

Pembenaran itu kemudian membuat kita sulit berhenti. Sulit menghentikan kesalahan yang sedang dilakukan.

Tetapi jika kita lebih cermat mendengarkan, sungguhkah kita bisa benar-benar bahagia jika diri terus dilingkupi rasa bersalah, rasa takut akan ketahuan, rasa menyesal rasa sesak yang memberati langkah kita sehari-hari? Ataukah sesungguhnya kebahagiaan ini bukan jenis kebahagiaan yang sejati? Sungguhkah kita bisa berbahagia ketika mengetahui bahwa apa yang kita lakukan adalah salah?

Tetapi bukankah ada banyak jenis bahagia, dan banyak juga cara untuk menjadi bahagia?

Merasa 'bahagia' sesaat ketika melakukan hal yang kita ketahui salah... ini adalah pilihan kita semua. Dan setiap pilihan, tentu punya konsekuensinya masing-masing. Pada akhirnya, kita semua juga punya pilihan untuk belajar dari kesalahan yang pernah kita perbuat, atau memilih untuk terus mengulanginya.