Jika kamu bisa mengatakan apa saja, sejujur-jujurnya, apa yang hendak kamu katakan kepada Ayah? #tentangAyah

Ayah bisa jadi sosok yang kita rindukan. Seseorang yang kerap melindungi kita dan memastikan bahwa semua akan baik-baik saja. Tempat kita datang untuk mendapat pelukan ketika sedang gemar bermanja-manja. Seseorang yang selalu ada untuk mendengarkan dan memberikan dukungan yang sedang teramat kita butuhkan.

Bisa jadi, Ayah selalu menjadi sosok yang begitu jauh dan berpagar. Kita tak pernah tahu apa yang sesungguhnya Ayah pikirkan. Atau perasaan macam apa yang ia sembunyikan di balik benteng-benteng yang memisahkan Ayah dari kita. Seringkali, yang kita rasakan hanyalah jarak yang membentang antara kita dengan Ayah. Dan kita tak pernah tahu bagaimana cara menyeberanginya.

Ayah mungkin sosok yang kerap menyulut sedih dan amarah dalam diri ketika kita mengingatnya. Ayah mungkin telah melakukan banyak hal yang meninggalkan luka—baik yang terlihat bekasnya, maupun tidak. Karena satu dan lain hal, mungkin kita yang telah membanting pintu di hadapan Ayah, menutupnya rapat-rapat agar Ayah tak pernah bisa mampir ke dalam.

Lewat #KamaProject kali ini, Kamantara ingin mengajak kawan-kawan Kamantara untuk bercerita. Bercerita #tentangAyah.

Mereka bilang, menulis adalah terapi terbaik yang bisa kita hadiahkan untuk diri kita sendiri. Jika kita bisa berkata jujur dan menuliskan cerita mengenai apa yang kita ingat tentang Ayah, atau hal-hal yang ingin kita sampaikan kepada Ayah, cerita seperti apakah yang akan kita sampaikan?

  1. Pikirkan dirimu saat kamu sedang berada dalam momen terbaikmu. Kamu bahagia. Bayangkan dirimu saat kamu sedang sangat berbahagia. Bayangkan perasaanmu, caramu berbicara dan membawa diri, serta caramu melihat dunia ketika kamu sedang sangat berbahagia dan diliputi rasa syukur. Tahan perasaan ini dalam dirimu
  2. Bayangkan dirimu yang sedang sangat berbahagia dan bersyukur ini duduk untuk menulis. Kamu akan menulis cerita #tentangAyah. Bayangkan bagaimana kamu akan menulis tentang ingatan dan pengalamanmu akan Ayah pada saat kamu sedang menjadi versi terbaik dari dirimu
  3. Duduk, dan niatkan dirimu untuk menuliskan apa yang perlu kamu sampaikan tentang sosok Ayah, lalu menulislah sepanjang minimal 800 kata. Jika 800 kata masih dirasa kurang untuk menceritakan kisahmu #tentangAyah, teruslah menulis dan tumpahkan ceritamu hingga dadamu terasa ringan
  4. Rampungkan tulisanmu sebelum tanggal 15 Juni 2016
  5. Setelah kamu selesai, Kamantara ingin mengajakmu membagikan tulisan ini, baik lewat Twitter, Instagram, Facebook, maupun blog pribadimu dengan hashtag #KamaProject #tentangAyah

Agar kami dan kawan-kawan Kamantara lain yang mengikuti project ini bisa menemukannya. Jangan lupa, kirimkan juga email beserta URL link tulisanmu ke [email protected] atau ke Twitter @kamantara atau ke Facebook Kamantara - untuk jaga-jaga saja, agar kami tak melewatkannya! :)

Sepuluh cerita akan menemukan jalannya menuju halaman-halaman Kamantara.id sebagai featured projects pada Hari Ayah Internasional, tanggal 19 Juni 2016 mendatang.

Kami tak sabar ingin mendengar ceritamu #tentangAyah!