Pernahkah kita menghitung dan memerhatikan, berapa banyak hal buruk yang kita katakan atau pikirkan setiap harinya?
Bisakah kita menahan diri untuk hanya mengatakan atau memikirkan hal yang baik selama 24 jam saja?
Dalam tantangan #KamaProject berikut ini, mari kita coba melakukannya!
1. Pilihlah waktu untuk memulai tantangan ini—dan teruskan selama 24 jam. Jika kita memilih untuk memulai pada pukul 7 pagi, tantangan ini akan berakhir di pukul 7 pagi keesokan harinya.
2. Bawalah alat untuk mencatat bersama kita setiap waktu. Ini bisa berupa aplikasi Notes di telepon genggam, atau buku kecil dan pensil.
3. Mulailah tantangan pada waktu yang sudah dipilih dengan memerhatikan pikiran kita. Biasakan diri untuk tidak melamun dan membiarkan pikiran kita berkelana sesukanya. Perhatikan, apakah kita tengah memikirkan hal yang baik, atau hal yang buruk?
4. Berikan komitmen pada diri sendiri untuk hanya mengatakan atau memikirkan hal yang baik selama 24 jam ke depan.
Jika kita terlanjur memikirkan hal yang buruk—atau ada pikiran buruk yang terlintas dalam benak kita, segeralah hentikan dan alihkan pikiran kita untuk membayangkan hal-hal yang baik. Jika kita melihat seseorang yang tak kita sukai dan ada pikiran buruk yang menyelinap, segeralah menimpanya dengan pikiran dan prasangka baik.
Jika kita hendak mengucapkan sesuatu—tahan sebentar dan tanyakan, apakah yang akan keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang baik. Jika tidak, jangan ucapkan—atau carilah kata-kata baik untuk menyampaikan apa yang kita pikirkan atau rasakan.
5. Setiap kali kita memikirkan atau terlanjur mengucapkan hal yang buruk, catatlah hal tersebut di dalam Notes atau buku yang kita bawa—dengan menggoreskan sebuah garis. Kita juga bisa menuliskan angka 1, 2, 3, dan seterusnya. Di akhir hari, kita dapat menghitung ada berapa banyak pikiran atau ucapan buruk yang terlintas atau terlontar dari diri kita dalam waktu 24 jam.
Apakah kita bisa melakukan hal ini? Kira-kira berapa banyak pikiran atau ucapan buruk yang bisa kita ‘tangkap’? Apa yang kita rasakan selama melakukan tantangan ini? Jika kita hanya boleh mengucapkan kata-kata baik, apakah kita akan lebih banyak bicara—atau justru lebih banyak diam?
Jika hendak berbagi proses perjalanan kita dalam melakukan tantangan ini di media sosial, gunakan #KamaProject untuk menandai update-mu, ya. Agar kami dan para pembaca Kamantara.ID juga bisa mengikutinya!