Siapa sajakah orang-orang terkaya di dunia?
Mereka yang hidup dengan hati adalah orang-orang terkaya di dunia. Bukan karena mereka punya harta benda berlebih dibanding orang lain, tapi karena mereka menyadari keberlimpahan yang mereka miliki. Karunia tak terkira jumlah dan kadarnya, hadir semata sebagai hadiah dari Sang Maha Kasih, Maha Sayang. Sesederhana napas — hadir bukan dari kemampuan diri, namun bwana alit bwana agung yang tak henti bekerja sama mengalirkan prana ke dalam dan luar diri.
Mereka adalah orang-orang yang paling menjaga sikap. Tak ada yang mereka inginkan selain meluruh selaras Semesta, pada setiap langkah, kata, tindak, pikir, dan gerak hati. Mereka paham kehadiran mereka di muka bumi tak lain adalah sebagai cerminan Sang Maha Agung. Dengan tekun mereka menjaga agar cermin tetap jernih, tak ternodai ekspresi nir luhur, tanpa alpa bahwa Terang hanya milik Gusti Pangeran.
Mereka adalah orang-orang paling berharga. Kehadiran mereka sungguh suatu Anugerah. Merupa restu Semesta akan apa yang tengah berlangsung. Pengingat akan Cinta Kasih yang sejatinya senantiasa menyelimuti. Kehadiran mereka selalu total – ruh, jiwa, dan raga; yang lantas memungkinkan Kasih, Cahaya, dan Keberkahan meremang nyata melumuri semua yang ada.
Mereka adalah orang-orang termahal. Sama sekali bukan karena nilai materi yang mereka tuntut sebagai imbal balik kesertaan mereka. Tetapi karena mereka begitu ringan untuk mengatakan ‘ya’ pada hal-hal yang selaras dengan hati, dan tetap santun saat menyatakan ‘tidak’ pada yang lain. Mengakar tak tergugah pada kejernihan nurani. Berkesetiaan geming terhadap Sang Penunjuk Jalan. Dengan kecintaan setia hanya pada Sang Maha Cinta.
Orang-orang ini menyapa keseharian kita dalam berbagai rupa yang kerap tak dinyana. Sungguh mudah terlewatkan karena mereka demikian bening. Kehambaan adalah satu-satunya pakaian yang mereka kenakan. Dia yang Tak Tertuturkan, hadapannya.
Semoga terang mereka dapat menyuar keberadaan kita.