Corat-coret ibu yang sedikit banyak curhatan hatinya.

Istilah BM atau Banyak Mau suka dilihat dengan rasa yang ringan dan penuh canda. Tetapi sebenar-benarnya, hal ini bisa menjadi kutukan maupun keuntungan bagi kehidupan seorang perempuan.

Saya adalah seorang ibu dari dua anak di bawah lima tahun, yang sedang menimba ilmu magister, bekerja penuh-waktu, ditambah dengan menjadi pengusaha sebuah start-up buku yang sering kali berjualan pada saat akhir pekan. Banyak, ya? Atau terlalu banyak?

Pasangan saya selalu menguatkan diri saya bahwa pilihan hidup ini memang tidak populer sehingga pasti banyak yang tidak mengerti. Saya sendiri sering merasa banyak orang seperti merendahkan saya karena saya tidak mengurus anak saya atau tidak ada di rumah untuk anak-anak saya karena mengurus hal lain yang menjadi kewajiban saya di luar rumah. Yang mereka tidak mengerti adalah, setiap kali saya meninggalkan mereka, rasa tangis tidak tertahankan.

Apalagi rasa bersalah.

Menangis dan bersalah karena ibu mereka tidak ada di rumah untuk menemani bermain dan bereksplorasi. Menangis dan bersalah karena ibu mereka harus bekerja di akhir pekan. Menangis dan bersalah karena ibu mereka sudah terlalu lelah saat sedang di rumah dan ingin sendiri atau hanya menonton tivi.

Kalau boleh jujur, semua hal yang saya lakukan saat ini adalah mimpi yang sudah dirajut sejak remaja. Mengambil S2, bekerja di sebuah lembaga nirlaba internasional dan menjadi pengusaha. Namun, saya tidak bayangkan bahwa semua kesempatannya berdatangan bersamaan saat anak-anak saya kecil. Jadi, mudah untuk orang bahwa ini adalah konsekuensi dari mimpi yang bermacam-macam dan keinginan yang terlalu banyak.

Mudah untuk orang lain menilai bahwa saya ibu yang cuek kepada anak-anak karena saya. Mudah untuk orang lain menilai bahwa suami tidak diperhatikan karena saya sibuk sana-sini.

Saya menulis coretan ini sebenarnya ingin mengajak teman-teman untuk melihat lagi teman-teman Anda yang mungkin seperti saya. Jika ada yang mempunyai teman seperti saya; seorang ibu yang banyak mau (bukan banyak mau barang lho, ya), ajak saja dia untuk sekedar ngopi santai, atau ajak untuk pijat bersama untuk menghilangkan pegel-pegel di punggung.

Atau, peluk saja dia dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bahwa semua lelah ini akan ada hasilnya. Bahwa semua pegel-pegel ini akan menjadi keuntungan bagi anak-anaknya ketika mereka besar.

Bahwa semua mimpi bisa dijalankan walaupun dia perempuan.