Dia sepertinya sudah menyelesaikan tugasnya untuk menemanimu. Ucapkan terima kasih atas pelajaran yang diberikan dan berpisahlah dengan saling mendoakan.
Hai, perkenalkan namaku Bumi.
Kamu mungkin tak tahu aku dan akupun tak mengenalimu. Tapi tulisan ini tiba di hadapanmu dengan suatu alasan. Aku percaya tak ada yang kebetulan. Segala sesuatu sudah semestinya terjadi, begitupun dengan cerita bagaimana tulisan ini tiba di depan matamu.
Apa yang terjadi padamu hari ini? Apa yang pertama ada di dalam kepalamu saat kamu membuka mata? Lelah dan perasaan sesal karena ada hari baru yang harus kamu lalui sekali lagi? Ada deadline yang menunggu untuk dituntaskan tapi tubuhmu terpaku berjam-jam di atas tempat tidur. Berpikir, terus berpikir. Menganalisis segala kemungkinan yang akan terjadi hari ini.
Lantas pagi berganti siang dan siang menjelang petang. Akhirnya kamu mampu bangkit dari tempat tidur dan bergerak. Namun satu hari habis sudah, terbuang percuma. Hingga kamu akhirnya berkata, "Persetan sudah!" Tak lagi ingin bergerak, kamu kembali meringkuk di tempat tidurmu yang nyaman. Tempat perlindungan terakhirmu.
Aku mengerti kalau kamu pernah melalui masa-masa seperti itu. Aku paham rasanya karena walau belum pernah didiagnosa secara klinis, aku pun punya kecenderungan depresi atau bahkan Bipolar Disorder. Beruntung aku dulu sempat terapi dengan seorang psikolog yang tidak suka melabeli sesuatu.
Akhirnya, cukup label lesbian yang aku sandang dan terima dengan hati terbuka.
Aku mulai menerima diri dan menjalani proses hidup. Jatuh bangun? Tentu saja. Tapi yang aku yakini, aku akan menjadi seseorang yang hebat. Dan segala yang aku rasakan adalah proses kimiawi di dalam otak yang tidak selamanya. Rasa pasti berganti, this too shall pass. Stop labeling and judging yourself, try to accept the way you are. You are perfect and loved.
Saat ini kamu sedang berusaha menyeimbangkan segala hal. Kamu menilai, berpikir, menganalisa dari berbagai sudut pandang. Mengenai dirimu sendiri, dia, kalian berdua. Saranku, pikirkan yang paling penting saja. Jangan habiskan energimu memikirkan yang tidak ada di depan mata. Urus dan pelihara dirimu sebaik mungkin, kalau ada hal yang terlihat buntu, jangan dilihat terus menerus. Melangkahlah ke jalan atau pintu yang lain
Get help. Jika memang kamu relapse dan merasa down lagi. Jangan menunggu dia menyelamatkan dirimu. Selamatkan, bantu, sayangi dirimu sendiri. You owe it to yourself.
Aku tidak akan khawatir dengan masa depanmu. You'll be fine. You'll be happy. Yang kamu jalani apapun pilihan kamu akan membawamu ke tempat yang indah dan menyenangkan. Kamu akan bahagia dan baik-baik saja.
Sedangkan dia sepertinya sudah menyelesaikan tugasnya untuk menemanimu. Ucapkan terima kasih atas pelajaran yang diberikan dan berpisahlah dengan saling mendoakan. Tidak apa, perpisahan berarti perjumpaan baru. Seperti kematian yang berarti kelahiran baru. Setelah malam kita mengenal pagi dan karenanya bumi tak hanya mengenal matahari tapi juga bulan dan bintang.
Jika kamu sedih, bahagiakan orang lain. Jika kamu merasa hidupmu hampa dan tidak tahu harus bagaimana, tolonglah orang lain. Lakukan sesuatu yang membuat orang tersenyum. Peliharalah kucing kecil lain yang butuh diadopsi. Ikuti kegiatan sosial, bantu anak yatim, tolong temanmu. Menabunglah hal-hal baik untuk dirimu sendiri. Karena suatu hari segala hal itu akan kembali lagi kepada dirimu sebagai berkah yang luar biasa.
Dan ketika segalanya sudah terkumpul dengan baik, akan hadir seseorang yang sempurna untukmu dan kamu pun sempurna untuknya. Kehidupan baru akan menanti dan seperti yang aku bilang tadi, kamu akan baik-baik saja. Kamu akan bahagia dan kamu akan dicintai.
Karma baik menunggu untukmu.
Salam hangat. Semesta memberkatimu.