Apakah kita beranjak dewasa meyakini bahwa kita harus memikul tanggung-jawab untuk segala hal?

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi sebuah pura di pesisir Barat Bali, Tanah Lot. Sebuah pura agung di tebing batu di pinggir pantai yang telah digempur ombak selama ribuan tahun. Di sekeliling saya terbentuk formasi bebatuan yang mengagumkan, gua-gua besar dan kecil dengan langit-langit tinggi dan rendah.

Saat itulah saya menemukan sebuah ruang di bawah salah satu formasi bebatuan. Tingginya pas sekali; sehingga jika saya berdiri di bawahnya dan merentangkan tangan saya ke atas, telapak tangan saya bisa menyentuh langit-langit batu gua tersebut. Seakan-akan, saya sedang menyangga gua dengan kedua tangan saya!

Saya sedang bermain-main dengan pose ini dan berusaha mengambil selfie ketika tiba-tiba saja, pemikiran ini terlintas dalam benak saya:

Bayangkanlah, jika ada sosok imajiner yang tinggal di bawah gua ini. Seumur hidupnya, ia telah selalu merentangkan tangannya hingga menyentuh langit-langit gua. Sosok imajiner itu mungkin akan meyakini bahwa ialah yang telah menyangga gua yang ditinggalinya selama ini—dan jika ia melepaskan tangannya dari langit-langit gua, maka gua itu akan runtuh menimpanya.

Namun, kita tahu ini bukanlah kebenaran yang sesungguhnya!

Gua itu tentu saja akan selalu berdiri kokoh dengan sendirinya—tak peduli apakah ada seseorang di bawah yang menyangga langit-langitnya ataupun tidak! Karena gua itu sudah selalu menopang dirinya sendiri!

Ah, jika saja sosok imajiner itu mengetahui hal ini, bukankah ia akan merasa sangat lega?

Sama seperti kita. Hanya karena kita telah menyangga dan memikul beban hidup selama ini, dengan bibir yang terkatup, bahu yang membungkuk, dan tubuh yang lelah—bukan berarti hidup hanya berjalan semata-mata karena kitalah yang memikulnya.

Hanya karena kita telah berjuang dan bekerja keras untuk sampai di posisi kita yang sekarang ini, bukan berarti kita telah sampai di sini hanya semata-mata karena semua perjuangan dan kerja-keras itu.

Bukan kita yang perlu memastikan bahwa langit akan terus memayungi bumi, bahwa matahari akan terbit dan terbenam, bahwa laut akan pasang dan surut, bahwa bulan akan purnama dan sabit, bahwa pikiran-pikiran akan datang dan pergi.

Berhentilah merasa bertanggung-jawab atas segala sesuatu, karena hal tersebut sangatlah melelahkan.

Yakinlah bahwa ada kekuatan Maha Besar yang selalu menyangga Semesta; yang selalu menyangga kehidupan kita.

Kini, kita bisa beristirahat sejenak. Lepaskan tangan kita dari apapun yang tengah kita sangga. Lepaskan beban apapun yang tengah kita pikul. Dan melangkahlah dengan hati yang ringan.