Cinta adalah hembusan udara segar.
Jangan berpikir bahwa cinta harus bertahan selamanya.
Maka kehidupan percintaan Anda akan menjadi lebih indah. Karena Anda akan tahu, bahwa jika hari ini Anda bisa bersama-sama, besok mungkin Anda harus berpisah.
Cinta datang seperti hembusan udara di kediaman Anda—mengisinya dengan kesegaran dan keharuman, bertahan selama keberadaannya mengijinkan, kemudian bertiup pergi. Jika Anda menutup semua pintu, hembusan udara segar ini tak dapat mengalir, tak dapat bergerak, dan lama-kelamaan menjadi statis dan jenuh.
Dalam hidup ini, segala hal berubah. Dan perubahan itu indah. Perubahan memberi Anda lebih banyak pengalaman, lebih banyak kesadaran, lebih banyak kedewasaan.
Kemampuan Anda untuk bersendiri sebanding dengan kemampuan Anda untuk mencintai.
Mungkin untuk Anda hal ini terdengar seperti sebuah paradoks, tetapi sesungguhnya tidak demikian. Ini adalah kebenaran yang sejati: bahwa hanya mereka yang mampu bersendirilah yang memiliki kemampuan mencintai, berbagi, dan menyelami perasaan orang lain—tanpa keinginan memiliki satu sama lain, tanpa menjadi tergantung kepada satu sama lain, tanpa mengerdilkan dua pribadi untuk menjadi satu, dan tanpa menikmati candu akan keberadaan satu sama lain.
Mereka mengijinkan yang lain untuk memiliki kebebasan sejati. Karena mereka tahu, bahwa jika yang satu pergi, mereka akan tetap bahagia; sebagaimana mereka bahagia di saat sendiri.
Dan kebahagiaan itu tak bisa direnggutkan dari mereka, karena kebahagiaan yang mereka miliki bukanlah hasil pemberian orang lain, melainkan berasal dari dalam diri mereka sendiri.
dari Being in Love: How to Love with Awareness and Relate Without Fear, oleh OSHO.