Ternyata kita tidak memerlukan sesuatu di luar diri kita untuk merasa bahagia. Jadi apa yang kita perlukan? Saya menemukan jawabannya di surat yang saya tulis untuk diri saya sendiri.
Saya paham yang kamu rasakan.
Kamu melihat orang-orang di sekitarmu menggunakan sesuatu di luar diri mereka untuk merasa bahagia. Susuk untuk menjadi kaya, pelet untuk mendapatkan jodoh, mobil bagus untuk merasa sukses, make-up untuk merasa cantik, pasangan untuk merasa dicintai, dan masih banyak lagi.
Sadarkah kamu, bahwa sesuatu yang kamu perlukan itu ada di dalam dirimu sendiri?
Kekuatan bisa kamu ambil, bukan dari kopi atau kafein, tapi dari kemurnian cara pandangmu melihat dunia.
Tenangkan riak-riak batin itu di setiap pagimu. Lepaskan yang tidak perlu dan bawa bahagiamu tanpa ragu.
Fokus datang dari tanggung jawabmu pada apa yang kamu resapkan ke dalam dirimu. Jangan cerna gosip dan sampah lain dalam tubuhmu. Konsumsi makanan yang menutrisi dan menghapus kabut dari pikiranmu.
Lakukan apa yang penting, tanpa menunda. Kita hidup untuk hari ini. Apa yang kamu ingat saat ini, itu yang dunia butuhkan dari dirimu.
Ingin berhasil? Harus bekerja cerdas. Tidak ada pesugihan model apa pun yang bisa membantu jika kamu tidak bangun dari tidurmu. Rejeki ada di luar sana, bukan dalam angan-anganmu saja.
Ground your dreams through actions.
Satu langkah bisa membawamu kemana kamu ingin menuju.
Bingung? Dengarkan hatimu. Hatimu yang sudah tak berkabut, yang bisa melihat lebih jelas dari matamu dan mata orang-orang yang kamu panggil guru. Kamu yang pilih jalanmu, kamu yang jalani pilihanmu.
Intuisi adalah hak yang kamu bawa dari lahir. Dan ingatlah, tak apa untuk membuat kesalahan. Ini caramu untuk mengkalibrasi kompas jiwamu.
Hope you always walk your North. Or South. And both are okay, too.