Percayakah kalau kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari ternyata kunci kesuksesan kita kelak? Lalu, apakah kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya?

Ketika ditanya perihal life goals, pasti kebanyakan orang akan menjawab: menjadi sukses. Beban dan tekanan hidup yang dirasa semakin berat; serta biaya hidup yang makin tinggi membuat sukses terasa sulit untuk diraih. Padahal, bila ingin ditelisik lebih jauh, sukses atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari kebiasaan-kebiasaan yang dia lakukan setiap harinya.

Karena kebiasaan adalah aktivitas yang terus berulang-ulang dan rutin diilakukan, kebiasaan buruk bisa menjadi 'racun' bagi kehidupan kita. Kelak, inilah yang menghambat kita untuk menjadi sukses: apapun definisi sukses itu untuk kita.

Your net worth to the world is usually determined by what remains after your bad habits are subtracted from your good ones. - Benjamin Franklin

Seberapa berharganya kita bagi dunia, ditentukan oleh kualitas diri yang kita miliki jika kebiasaan buruk kita dikurangi dari kebiasaan baik kita.

Yuk, sesekali kita bersama-sama memerhatikan kebiasaan-kebiasaan kita sehari-hari. Apakah sudah membawa dampak baik atau malah sebaliknya?

Lihatlah Pantulan yang Ada di Cermin, Bukan yang Ada di Sekeliling

Tidak perlu iri pada rezeki orang lain, kamu tidak tahu apa yang diambil darinya - Anonim

Kata peribahasa, rumput tetangga memang selalu lebih hijau dibandingkan rumput yang dirawat di rumah sendiri. Ini terkadang benar adanya. Hal ini menandakan bahwa dalam hidup, kita tidak pernah lepas dari perbandingan antar sesama. Kita melihat apa yang orang lain miliki, lalu mengecek apakah kita juga memilikinya.

Namun, kebiasaan ini sesungguhnya bisa merugikan diri sendiri. Kita tidak benar-benar tahu usaha atau kerja keras apa yang orang lain lakukan untuk mendapatkan apa yang ia miliki. Kita juga tak tahu apakah ia sebenarnya sungguh-sungguh menginginkan apa yang ia miliki, atau apakah ia bahagia dengan apa yang ia miliki.

Sudah saatnya untuk berhenti mengintip kebun tetangga. Berterima kasihlah atas apa yang sudah kita miliki. Ketahuilah bahwa semua orang berjibaku dengan beragam hal dalam hidupnya, dan orang-orang sukses yang kamu kagumi pun, terkadang punya pergulatan hidup yang tidak kamu ketahui.

Terus berpikir positif. Berdiri di depan cermin, dan pandangi pantulan yang ada di sana. Jangan melihat ke arah lain. Ukuran sukses kita bukanlah mengenai bagaimana kita bisa lebih baik dari orang lain. Ukuran sukses kita adalah bagaimana kita di hari ini bisa menjadi kita yang lebih baik dari hari kemarin. Itu saja cukup.

Tersenyumlah pada sosok dalam pantulan itu, karena kalian berdua sama-sama sedang berjuang meraih mimpi yang sama untuk sukses.

Tolak Hal-hal yang Tidak Bisa atau Tidak Ingin Kamu Lakukan

Sering kali terpatri dalam pikiran kita untuk tidak mengatakan 'tidak' kepada orang lain. Kita ingin selalu berkata 'ya' dengan harapan bisa menyenangkan perasaan orang lain. Padahal sebenarnya, kita tidak benar-benar bisa memberikan apa yang orang lain minta, atau, kita sendiri merasa enggan melakukannya untuk alasan tertentu.

Jadi, jangan katakan YA bila terlintas ragu dalam benak kita.

Biar bagaimanapun, kita adalah manusia yang mempunyai keterbatasan, dan ada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan. Jujur dari awal dan mengatakan bahwa kita tidak bisa melakukannya akan menghindarkan diri kita dari konsekuensi lain yang lebih besar. Misalnya tugas yang diberikan kepada kita justru tidak selesai, atau kita tidak bisa mengerjakannya dengan baik, sehingga malah merugikan orang lain.

Berani mengatakan "tidak" ketika diperlukan bukan lantas membuatmu menjadi orang yang tidak sopan. Justru sebaliknya. Dengan mengatakan tidak, kita menghindarkan diri dari memberikan harapan palsu pada orang lain, ataupun pada diri sendiri.

Kita perlu mulai belajar jujur dan berterus-terang. Bukankah lebih baik mengatakan TIDAK, daripada mengatakan YA namun tak bisa memenuhi komitmen kita?

Hindari Gosip yang Dapat Mengganggu Produktivitas dan Aktivitas

Kita tidak benar-benar bisa menghindar dari segala macam gosip yang beredar di lingkungan, baik di lingkungan pekerjaan, pertemanan, sampai keluarga. Oleh karena itu, sebaiknya kita bisa mulai mengendalikan diri untuk tidak mendengarkan atau justru ikut bergosip yang tidak penting.

Dengan bergosip, kita terpapar pada kebiasaan buruk membicarakan orang lain di belakang punggung mereka. Kita juga membuat pikiran dan suasana hati berubah menjadi negatif, dipenuhi berbagai drama dan intrik yang biasa mewarnai gosip. Tanpa disadari, kita sudah membuat diri terlarut dalam perbincangan yang tak produktif. Aktivitas terbengkalai ketika kita menaruh energi pada gosip yang tak perlu.

Hindari Orang-orang Toxic dalam Pergaulanmu

Seperti Oprah Winfrey katakan, โ€œSurround yourself with only people who are going to lift you higher.โ€

Bertemanlah dengan orang-orang yang bisa membawamu pada kesuksesan; bukan orang-orang yang justru menyita energi kita dan membuat kita naik darah. Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang bisa membuat kita bersyukur akan hidup. Keluarga yang sehat, teman yang selalu ada untuk mendukung kita dalam susah dan senang, pasangan yang menyayangi kita dan membuat kita merasa nyaman ketika bersamanya, kolega di kantor yang baik dan selalu membantu pekerjaan kita... tanyakan pada diri: siapa orang-orang yang membuat kita merasa hidup, merasa berenergi, merasa bahagia, merasa dicintai?

Kelilingilah diri dengan mereka, habiskan lebih banyak waktu dengan mereka, dan hindari terjebak dalam lingkungan pergaulan yang negatif dan menghabiskan energi kita.

***

Mungkin awalnya terasa sulit untuk melakukan evaluasi terhadap kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan selama ini. Terlebih jika kita ternyata baru tersadar kalau kebiasaan-kebiasaan itu adalah kebiasaan yang kurang baik. Ya, kita adalah manusia biasa. Tidak pernah lepas dari kesalahan dan jauh dari kata sempurna.

Namun, bukan lantas jadi alasan untuk tak terus berupaya meningkatkan kualitas diri, kan? Mari bersama-sama membuang jauh kebiasaan buruk dan memulai memanen lebih banyak kebiasaan baik!