Berbahagialah saat ini, bukan nanti, bukan jikalau.
Kehidupan menjadi sangat sulit dan rumit jikalau kita membiarkan diri berlari terus ke tempat tujuan. Lupa bahwa hari ini, di tempat ini, dengan badan ini, plus jumlah rezeki hari ini, juga menghadirkan tujuan-tujuan besar yang tidak kalah menariknya.
Jika kita menghabiskan sebagian besar waktu untuk berlari, tidak hanya lelah dan capek hasilnya, tetapi kita juga kehilangan sense of direction untuk hal-hal lain yang lebih memuliakan kita sebagai manusia. Inilah yang membuat kehidupan banyak orang terasa kering.
Kering yang dimaksud adalah keadaan manusia yang senantiasa diliputi sikap terburu-buru (untuk segera sampai ke tempat tujuan). Sering kita terburu-buru menuju suatu tempat, namun sesampainya di tujuan, mendapati bahwa ternyata tidak terdapat sesuatu yang luar biasa. Sebagian dari kita, bahkan mungkin kecewa setelah sampai di sana.
Banyak orang mengatakan: saya akan menikmati hidup kalau anak-anak saya sudah bekerja. Saya akan mengurangi belajar dan bekerja keras kalau sudah lulus sekolah. Saya akan hidup tenang kalau sudah punya rumah yang luas, dan sejenisnya. Maka jadilah hidup seperti berkejaran dalam bayangan. Dikejar terus, dan bayangan selalu berlari di depan kita.
Kita mengejar kehidupan, dan kehidupan kemudian memerangkap kita dalam kehampaan.
Dalam filosofi Zen, ada keyakinan yang menyebutkan berhentilah berjalan, dan Anda pun sampai di tempat tujuan.
Saya pribadi masih menginginkan banyak hal terjadi dalam hidup saya, akan tetapi apabila kebahagiaan dan waktu beraktivitas bersama keluarga harus menunggu sampai semua harapan menjadi nyata, akankah saya sampai pada tujuan yang sesungguhnya dari kehidupan?
Seorang guru meditasi pernah ditanya oleh muridnya tentang pencerahan.
Jawabannya ternyata sangat sederhana: ketika menarik napas, sadarilah kalau Anda sedang menarik napas. Tatkala membuang napas, niklamtilah aliran udara yang keluar. Ini berarti siapa saja yang hidup sepenuhnya dalam kekinian, diliputi rasa syukur yang mendalam, serta memiliki keyakinan bahwa semuanya telah, sedang dan akan berjalan dengan baik--sebenarnya ia sudah tercerahkan.
Seseorang bernama Randy Komisar, di salah satu bab dalam bukunya yang berjudul "The Romance, Not The Finance" menulis: pilihlah romantika bukan harta.
Padahal seorang Randy Komisar adalah seseorang yang berhasil dan bergelimang harta di daerah paling kapitalis di Amerika Serikat, Sillicon Valley. Dia sanggup berpetuah seperti itu. Lantas, akankah kita membiarkan diri terperangkap terlampau jauh?
Sudah siapkah kita menerima pradigma baru? Maukah kita menikmati kehidupan saat ini, sadar akan kekinian hidup? Agar kita mampu berhenti dan menikmati waktu, pada saat ini. Saat ini adalah satu-satunya waktu yang harus kita syukuri. Tak ada yang bisa memprediksi tingkat kebahagiaan kita di masa depan.
Maka, berbahagialah saat ini.