Pagi ini saat kembali mata terbuka, saya mengabaikan ponsel saya. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu ketika pertama kali bangun tidur saat ulang tahun. Saat itu saya akan langsung membuka ponsel saya untuk membaca dan membalas berbagai pesan ucapan selamat dari keluarga, sahabat, teman, dan orang-orang yang mengenal saya.
Untuk pertama kalinya dari sepanjang usia saya ini, saya berdiam, memandang langit-langit kamar saya dan menangis. Iya, saya menangis seperti anak kecil pagi ini. Tangis haru bahwa Tuhan masih memberikan nafas bagi saya untuk mengulang tahun lagi.
Ulang tahun saya tahun ini tidak ingin saya habiskan dengan perayaan dan tiup lilin sederhana bersama keluarga dan sahabat. Walau hal itu sudah menjadi tradisi di keluarga saya, tapi saya merasa tidak untuk tahun ini. Sepanjang hari saya habiskan dengan membaca ulang bucket list yang pernah saya tulis saat saya lulus kuliah 4 tahun lalu.
Bucket list yang memuat berbagai hal yang ingin saya capai saat itu dengan penuh ambisius dan angan tinggi. Setiap target yang saya pernah tulis di sana selalu saya ikuti dengan detail-detail bagaimana saya akan memenuhi target itu. Lalu saya membandingkannya dengan hidup yang saya jalani sekarang. Dan akhirnya saya sepenuhnya menyadari bahwa Tuhan bekerja dengan caranya sendiri.
Saya mampu memenuhi target pada bucket list saya, tapi tidak dengan detailnya. Saya melewati jalan berbeda dibandingkan dengan 'detail' yang menurut saya 4 tahun yang lalu adalah jalan yang ideal. Apa yang saya rasa merupakan kegagalan atau hal-hal menyebalkan dan tidak sesuai dengan rencana atau membuat saya ingin menyerah... sebenarnya itu adalah cara Tuhan agar saya bertumbuh.
Hingga pada akhirnya saya memenuhi target bucket list saya walau dengan banyak peluh dan jalan berliku.
Dan pada tahun ini juga saya menyadari bahwa saya adalah pemegang utama semua hal yang akan dan tidak akan saya lakukan. Setiap keputusan-keputusan itu (semoga) tidak menjadi sebuah penyesalan. Dan Tuhan tetap mengenggam hati saya untuk selalu percaya pada apa -apa yang digariskan-Nya untuk saya.
Selamat ulang tahun, diriku.
Selamat menambahkan satu tahun penuh perjuangan dalam tabel hidupmu. Tahun ini tahun yang cukup menarik bukan? Kamu diberi banyak kesempatan untuk bertumbuh, untuk melihat dunia dari sisi yang berbeda, mengenal banyak orang dengan banyak pemikiran, berjalan lebih jauh untuk memperjuangkan dirimu sendiri, lebih banyak terjatuh bahkan sampai terinjak: tapi kamu berhasil tetap berdiri dan tersenyum dibalik setiap keluh.
Jadi jangan lagi berpikir untuk menyerah pada hidupmu, jangan berpikir bahwa Tuhan tidak menjawab doamu.
Tuhan selalu punya algoritma-Nya sendiri untuk setiap makhluk-Nya
Biarkan balon-balon doamu mengarah ke langit, dan yakinlah Tuhan akan memecahkanya pada waktu yang tepat dan di saat yang tepat.